Category: Bangka Belitung


Menawannya ^_^

Sebagai Provinsi Kepulauan yang memang terdiri dari ratusan pulau-pulau di sekelilingnya, Bangka Belitung menawarkan banyak sekali pilihan wisata pantai yang luar biasa, Keindahan Pantai-pantai di Bangka Belitung bukan dongeng atau rekayasa, namun kecantikan pantai-pantainya alami, secantik bunga desa perawan yang cantik apa adanya bukan rekayasa. Ditambah dengan akulturasi berbagai budaya yang bersatu indah laksana indah pantai-pantainya yang berpasir putih, lembut, halus dan, berair jernih, dari berbagi macam etnis baik Melayu, China, Jawa, Bali, Sunda, Sumatra, Bugis, Buton, Flores, dan sebagainya, maka Kepulauan Bangka Belitung seharusnya jadi primadona wisata di kemudian hari… Semoga …

Berikut ini adalah beberapa foto yang di abadikan¬† di Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Teluk Limau dan Kuil Mahayana yang ketiganya berada di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beberapa lokasi pantai yang indah namun kurang dikenal orang dan seharusnya lokasi-lokasi ini bisa jadi lokasi alternatif favorite wisata di Bangka Belitung Selain Lokasi-lokasi yang sudah terkenal lainnya seperti Pantai Parai Tenggiri (Hakok), Pantai Tanjung Tinggi Belitung, Gunung Menumbing, Gunung Maras dan sebagainya…

FOTO-FOTO PANTAI TANJUNG KELAYANG SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA BABEL

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

FOTO-FOTO PANTAI TELUK LIMAU SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA BABEL

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Foto-foto yang indah nuansa pulau Belitong yang sangat eksotis tentang suasana di kota Manggar, Ibukota Kabupaten Belitung Timur, Lokasi syuting film Laskar Pelangi dan Pantai Tanjung Kelayang, Tanjung Pandan Kabupaten Belitong, Sebuah Pulau yang sangat sayang untuk tidak dikunjungi oleh siapapun yang mendambakan keindahan, ketenangan, kedamaian, dan liburan atau pariwisata yang menawan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Iklan

Di era modernisasi saat ini jika ingin terlihat tampil beda, maka tampaknya nuansa etnik adalah satu pilihan bagus. Tidak hanya akan membuat pemakainya terlihat anggun, elegance dan bersahaja, lebih dari itu motif-motif yang berbau etnik akan memberikan nuansa misteri dari perpaduan antara warna dan gambar-motif-motifnya.

Di Indonesia berbagai macam kain dengan motif-motif etnik ini dimiliki oleh berbagai macam daerah, seperti kain batik yang tentu saja khas daera-daerah jawa, baik itu Solo, Yogya, atau Batik Cirebon, lalu kain Songket dari Sumatra Selatan, Ulos dari Sumatra Utara dan sebagainya.

Dan khusus dari Bangka Belitung kain yang memang Asli Khas Bangka Belitung adalah Kain Cual. Bahkan Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono adalah pelanggan kain cual khas Babel ini. Jadi jika anda bermaksud membeli Kain cual dengan motif-motif yang asli tentunya hanya dengan membeli kain cula made in Bangka Belitung Indonesia, selain itu dijamin halal pasti palsu walaupun menggunakan bahan dan motif yang sama.

Berikut ini adalah foto-foto hasil jepretan salah satu fotografer UBB, Iksander UBB Press (teman nih ceritanya) dalam sebuah foto session dengan tema Kain cual.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Kalau anda ke Bangka, di sela-sela jamuan makan anda mungkin akan menjumpai gurauan orang Bangka, yang boleh percaya atau tidak sudah banyak terbukti.

” Bapak/ibu, kalau sudah mencicipi air Bangka pasti akan kembali lagi ke Bangka lho !”

Selidik punya selidik, ternyata Bangka memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah hebatnya dengan daerah lain, terutama dalam dunia kuliner. Bangka memiliki banyak resep makanan dengan cita rasa khas, dan jika harus dibandingkan dengan masakan dari daerah lainnya dalam rumpun melayu ( Sumatra ), masakan Bangka lebih variatif. Pendapat orang pun beragam, ada yang merasa sangat terkesan pada cicipan pertama dan ada yang biasa biasa saja, tetapi setelah mencobanya lebih dari 1 kali maka akan ketagihan.

Masakan Bangka Belitung adalah masakan khas yang dibuat berdasarkan cara memasak masyarakat Bangka dan Belitung. Masakan Bangka Belitung dapat dikhususkan menjadi masakan Bangka dari Pulau Bangka dan masakan Belitung dari Pulau Belitung. Masakan Bangka Belitung cukup beraneka ragam dikarenakan bahan-bahan masakan yang digunakan berbeda antar pulau dan juga pengaruh cara memasak masyarakat propinsi lain terutama dari Sumatera Selatan, dimana dahulu Bangka Belitung masih bergabung. Kategori masakan Bangka Belitung dibedakan atas masakan khas Melayu dan masakan Tionghoa terutama masakan Hakka. Masakan Melayu Bangka Belitung jarang ditemukan di luar Bangka Belitung, sementara masakan Tionghoa banyak dijumpai di pulau Jawa terutama di Jabodetabek.

Ini nih jenisnya:

  1. Lempah adalah masakan berkuah yang biasanya berbahan dasar makanan laut atau daging sapi yang dibumbui rempah-rempah yang beraroma kuat. Dalam bahasa Belitung lempah disebut gangan.
    • Lempah kuning adalah masakan lempah yang isinya terdiri dari ikan kakap merah atau tenggiri dengan kuah yang berbumbu kunyit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, lengkuas dan belacan. Lempah ini memiliki kuah berwarna kuning dan biasanya dimasukkan potongan-potongan nanas sehingga disebut juga lempah nanas. Orang Belitung menyebutnya gangan ketarap. Ikan kakap dapat pula digantikan dengan daging sapi.
    • Lempah Darat atau Lempah daret adalah masakan lempah yang berisikan bahan bahan seperti batang keladi atau talas, sayur-sayuran dan kuah yang berbumbu rempah-rempah.
    • Lempah Kulat adalah masakan yang terbuat dari kulat/jamur khas Bangka yang biasanya dimasak dengan santan.
  2. Rusip adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan teri yang difermentasikan dalam pot atau guci dengan garam, kemudian ditambahkan gula jawa sebagai perasa. Rusip agak serupa dengan jeot dalam kuliner Korea.
  3. Kecalo atau calo adalah udang rebon yang difermentasikan. Dapat dikonsumsi langsung dengan sayur-sayuran sebagai lalapan. Kecalo memiliki rasa yang cukup asin, juga ditambahkan saat menggoreng telur kocok.
  4. Belacan adalah jenis pasta ikan atau udang fermentasi yang dipadatkan dan memiliki bau khas yang agak menusuk. Belacan dijadikan bumbu untuk banyak masakan lain.
  5. Bakmi Bangka disebut juga ja-mien/ya-mien/ja-mian/sui-mian bakmi yang berbahan kuah kaldu tulang dengan isi sayuran, daging ayam, daging sapi dan makanan laut.
  6. Hamchoi atau sayur asin adalah sayur yang diasinkan, biasanya sayur bokchoi.
  7. Sembelingkung adalah abon ikan atau udang.
  8. Songsui ; sejenis masakan berkuah yg terdiri dari choi sim (caisim), daging ba, engjan (baso ikan), seafood lainnya seperti udang dan cumi.
  9. Tahu Kok atau tewfu kok, tahu goreng yang berisi adonan ikan dan biasanya dimasak kuah bersama daging lain.
  10. Chap choi (cap cai); cap cai bangka sedikit berbeda dengan cap cai lainnya karena kuahnya berwarna merah karena dimasak dengan saos tomat.
  11. Bakwan ; bakwan di sini bukan bakwan jagung seperti daerah lain, tetapi lebih berbentuk kepada empek-empek rebus yang dimasak dengah kuah dan bumbu- bumbu khusus.
  12. Thew Fu Sui ; thew fu sui adalah air tahu, tetapi tidak seperti di daerah lain, thew fu sui di bangka lebih banyak dinikmati selagi hangat.
  13. Fu Yung Hai ; tidak seperti di daerah lain, fu yung hai bangka dibuat dengan telur bukan tepung, isinya bukan hanya sayuran, tetapi biasanya ada daging atau seafood dicampur dengan kacang polong dan disiram dengan kuah yang terbuat dari saos tomat.
  14. Saucu adalah sejenis babi panggang khas Bangka, dipanggang dengan teknik khusus dan bumbu-bumbu khusus pula.
  15. Thewfu cau, sejenis tahu pong atau tahu kering, yang didalamnya tidak berisi dan biasanya terdapat dicocol dengan kuah thew ciong.
  16. Teritip, sejenis binatang laut yang hidup menempel di karang, biasanya dibuat menjadi sambal teritip dan dimakan dengan lalapan
  17. Lokan, sejenis kerang laut yang biasanya dimasak dengan kuah dicampur serai.
  18. Hoisem, sejenis cacing laut yang besar dan biasanya dimasak untuk campuran sup.
  19. Eng Phiau, sejenis perut ikan laut yang dikeringkan dan biasanya dijadikan bahan campuran untuk sup.
  20. Bujan, penganan ringan yang terbuat dari keladi/talas yang digoreng dan dimakan dengan cocolan sambel thew ciong atau campuran sambel belacan.
  21. Beberapa jenis masakan lain mendapat pengaruh dari wilayah Sumatera seperti empek-empek, tekwan atau bakwan. Namun berbeda dari khas Sumatera Selatan yang menggunakan bahan ikan sungai, empek-empek di Bangka Belitung umumnya terbuat dari bahan ikan laut.

Bangka Belitung memiliki bahan-bahan bumbu dan saus produksi sendiri. Terutama untuk masakan Tionghoa. Tauco dalam dialek Hakka disebut Thew ciong, yang memiliki rasa yang berbeda dengan tauco di daerah lain. Thew chiong dapat berasa asin atau manis. Sementara kecap (si jiw) dan tahu (thew fu) diproduksi dari bahan kedelai. Si Jiw bangka berbeda dengan kecap-kecap di daerah lain. Si Jiw asin biasanya berwarna lebih hitam dan kental bila dibandingkan dengan kecap asin daerah lain.

Bangka Belitung memiliki jenis makanan ringan yang sebagian besar dihasilkan dari produk makanan laut. Beberapa diantaranya:

  1. Kempelang atau kerupuk yang terbuat dari udang, cumi atau ikan yang diberi bumbu, dibuat menjadi empek2, kemudian dikeringkan dengan dijemur dan digoreng. Ada juga kempelang yang dipanggang. Selain itu ada kempelang pasir seperti yang tertera di gambar yang sedikit berbeda dari kempelang pada umumnya dan memiliki sambel belacan.
  2. Getas/ kretek adalah kerupuk ikan atau udang yang dibuat berbentuk bulat atau silinder.
  3. Martabak Manis disebut juga Hoklo-pan (harfiah kue dari Hok-lo).
  4. Lempuk, sejenis dodol yang terbuat dari durian atau cempedak.
  5. Siput Gung Gung / Siput Gong Gong, sejenis cemilan yang terbuat dari siput yang digoreng keris.
  6. Dodol/Jelinak, Dodol khas Bangka berbeda dengan dodol daerah lain, warnanya lebih hitam dan lebih lengket dari daerah lain. Sedangkan jelinak adalah sejenis dodol tetapi sedikit terasa pedas dan hangat bila dimakan.
  7. Kue Citak Satu, Kue khas Bangka yang sangat susah dibuat, berwarna putih, rasanya manis, dan biasanya mempunyai cetakan yang rumit. Kue ini terbuat dari kacang kedelai.
  8. Kue Jungkong, kue dengan serat yang halus dan lembut seperti puding terdiri dari lapisan atas berwarna putih, lapisan tengah berwarna hijau (pandan), lapisan berikutnya gula kabung (gula aren) dan biasanya dicetak di dalam gelas atau mangkuk kecil.